SABA Merguru Bacth 1

PELEPASAN & DOA ORANGTUA/WALI, Meeting Point Stasiun Purwokerto, 5 September 2019

MERGURU; Praktik Meng-Aqilkan si Baligh

PENDAHULUAN

Pendidikan aqil baligh sendiri adalah proses mendewasakan setiap potensi yang dimiliki anak.

Melalui upaya persiapan dan pembekalan hidup serta penjelajahan dan pembelajaran langsung, kepada beragam guru; guru alam, guru hidup dan guru ilmu. Tujuan merguru adalah terbentuknya pribadi muslim yang tangguh, berkarakter, berkompetem memimpin diri dan orang lain, serta berorientasi pada ibadah kepada Allah SWT.

LATAR BELAKANG

Proses pembentukan aqil baligh pada dasarnya akam terwujud melalui tempaan hidup, tantangan hidup, kesulitan, cobaan dan ancaman.

Karena sesungguhnya kehidupan adalah tempat belajar, menguji iman, beribadah dan beramal yang sebenarnya dan terbaik karyanya. Dan indikator kelayakan hidup individu adalah memiliki ketahanmalangan (adversity quetion).

Dan, sesungguhnya penguasaan kompetensi keilmuan dan kecakapan hidup bagi aqil baligh hanya didapatkan dengan jalan dan perilaku merguru; menjelajah hidup dari guru ke guru (perjalanan intelektual).

PERTIMBANGAN

Dalam upaya untuk mencapai target kompetensinya, maka SABA perlu menginternalisasikan pembelajaran langsung melalui “alam takambang menjadi guru” merguru.

Mengingat tujuan pendidikan aqil baligh adalah untuk mendewasakan si baligh (spiritual, psikologis dan sosial), maka SABA membutuhkan aktivitas pembelajaran tunggal namun diferensiatif. Diferensiatif dimaksudkan sebagai program tunggal, namun hasilnya hasilnya khas sesuai potensi kekuatan dan karakter masing-masing individu.

Diantara program tersebut adalah MERGURU. Didalam merguru beragam aktivitas bisa didapatkan antara lain; magang, menuntut, berburu, berkhidmat, beradab, memuliakan, dan berpengetahuan.

Karakteristik yang muncul dalam pendidikan aqil baligh antara lain;

INTEGRATIF yaitu satu agenda atau program namun memiliki banyak hasil.

MENTORIAL dimaksudkan pembelajaran yang dilakukan didampingi oleh penyelia (mentor) untuk mendapatkan feel belajar yang membangkitkan sesuai dengan tujuan.

TALENT-based-COACHING yakni setiap individu diyakini memiliki  sumberdaya yang luar biasa dan unik. Masing-maisng individu memiliki karaktersitik dan outcomes berbeda sesuai dengan potensi talent yang mereka miliki.

EXPERIENCE-based adalah pendidikan kehidupan langsung secara alami tidak disimulasikan atau dibuat-buat (education by life and nature).

THALABAH adalah sikap berjuang dalam menuntut ilmu dan pengetahuan.

RIHLAH, adanya suasana perjalanan ruhiyah dan jasadiah serta petualangan hidup.

MUJAHADAH, bersungguh-sungguh secara totalitas dan penuh dedikasi dalam aktivitas menuntut ilmu pengetahuan.

SHARING, saling melengkapi dan berbagi dari pengalaman yang didapatkan (taking then giving).

Diantara sistem yang pernah dijalankan oleh para ulama dimasa lalu dan saat ini serta terus berlangsung adalah MERGURU. Didalam MERGURU didapatkan karakter berpetualang dan menuntut (aktif bukan pasif). Dengan merguru bisa belajar langsung dengan cerdik pandai (maestro) dan lamgsung berguru kepada alam serta pengalaman. Dari merguru bisa mendapatkan banyak keahlian hidup (life-skills) dan pengalaman.

Kata kuncinya MERGURU adalah proses mendewasakan si aqil baligh. Untuk menuju pribadi dewasa agar terstruktur dan tersistem dalam program SABA maka beberapa proses disiapkan, meliputi tiga hal penting :

1. PERSIAPAN (fisik, mental, spiritual)

2. PEMBEKALAN (survival, wirausaha, bela diri)

3. PENGAYAAN (kebudayaan, adat dan adab).

Pare-Kediri, 17 September 2019

Andri Y. (Fasilitator Aqil Baligh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *