
Jakarta, 18 Juni 2026 – Kehadiran komunitas Lomography Indonesia membawa angin segar bagi para pecinta fotografi analog yang merindukan proses memotret yang unik dan eksperimental. Mulai dari seni memasukkan roll film, keterbatasan jumlah frame, hingga rasa penasaran saat menunggu hasil foto selesai dikembangkan, semuanya memberikan pengalaman autentik yang berbeda jauh dari kamera digital modern.
Keseruan tersebut terasa dalam acara Lomography Indonesia yang berlangsung di Liberta, Jakarta, pada 18 Juni 2026. Bersama PT Duta Sukses Indonesia atau DSI sebagai distributor resmi, acara ini memperkenalkan lebih dekat dunia Lomography kepada media, komunitas kreatif, pengguna kamera film, dan pecinta fotografi.
Acara tidak hanya diisi dengan pengenalan brand. Bukan hanya itu, para tamu juga dapat mengikuti mini talkshow., mendengarkan cerita dari pengguna Lomography, melihat demonstrasi pengembangan film, hingga mencoba langsung berbagai kamera yang tersedia di area display.
Lomography Indonesia: Fotografi Analog yang Bebas dan Eksperimental
Bagi yang baru mengenalnya, Lomography merupakan brand dan komunitas fotografi global yang identik dengan kamera analog, film, lensa, serta berbagai produk fotografi eksperimental.
Budaya Lomography mendorong penggunanya untuk tidak terlalu terpaku pada aturan teknis. Oleh karena itu, foto tidak selalu harus sempurna, tajam, atau memiliki warna yang sepenuhnya akurat. Justru, efek warna yang tidak terduga, light leak, grain, dan karakter khas film sering menjadi bagian paling menarik dari hasil akhirnya
Semangat tersebut dirangkum melalui slogan yang sudah melekat dengan Lomography, yaitu “Don’t think, just shoot.” Pesan sederhananya adalah berani mengambil gambar, menikmati momen, dan membiarkan proses analog menghasilkan kejutan tersendiri.
Pendekatan seperti ini membuat Lomography terasa menarik bagi banyak kalangan. Tidak hanya fotografer film berpengalaman, tetapi juga generasi muda, content creator, dan pengguna kamera digital yang ingin mencoba pengalaman memotret dengan cara berbeda.
Komitmen DSI Membawa Lomography ke Indonesia agar Lebih Dekat ke Pengguna
Kehadiran Lomography di Indonesia didukung oleh PT Duta Sukses Indonesia, perusahaan yang bergerak sebagai distributor perangkat fotografi dan videografi.
Melalui DSI, masyarakat Indonesia kini dapat mengenal dan mendapatkan produk Lomography dengan akses yang lebih mudah. Selain itu, produk yang ditawarkan tidak terbatas pada kamera analog, tetapi juga mencakup film, kamera instan, lensa, dan aksesori untuk mendukung proses fotografi kreatif.
Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membantu perkembangan komunitas analog di Indonesia. Selain menyediakan produk, kegiatan seperti workshop, photo walk, diskusi komunitas, dan edukasi mengenai pengembangan film dapat menjadi ruang belajar bagi pengguna baru maupun fotografer analog yang sudah lebih berpengalaman.
Berbagi Cerita Bersama Komunitas Lomography Indonesia
Salah satu bagian menarik dari acara ini adalah mini talkshow dan sesi sharing bersama para pengguna Lomography.
Dalam sesi tersebut, para pembicara membagikan pengalaman mereka ketika menggunakan kamera film dan produk Lomography. Cerita yang disampaikan tidak hanya membahas hasil foto, tetapi juga proses di baliknya, mulai dari memilih roll film hingga menghadapi hasil yang terkadang berbeda dari perkiraan.

Sesi sharing menghadirkan cerita dari pengguna Lomography mengenai pengalaman, proses kreatif, dan daya tarik memotret menggunakan kamera film.
Di sinilah fotografi analog terasa lebih personal. Setiap roll dapat menyimpan cerita, suasana, dan kejutan yang berbeda. Pengguna tidak dapat langsung memeriksa hasil foto setelah menekan tombol rana, sehingga setiap frame terasa lebih berharga.
Sesi sharing berlangsung santai dan memberi kesempatan kepada para tamu untuk mendapatkan perspektif langsung dari orang-orang yang telah menggunakan Lomography dalam kegiatan fotografi mereka.
Melihat Langsung Proses Pengembangan Film 35 mm
Acara kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pengembangan film menggunakan Lomo Daylight Developing Tank 35 mm.

Para tamu menyaksikan demonstrasi pengembangan film menggunakan Lomo Daylight Developing Tank 35 mm yang telah disiapkan dalam acara.
Melalui sesi ini, para tamu dapat melihat proses memasukkan dan mengembangkan film 35 mm dengan perangkat yang telah disediakan. Demonstrasi tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik karena proses cuci film biasanya jarang diperlihatkan secara langsung dalam acara pengenalan produk.
Bagi pengguna baru, mengembangkan film sendiri mungkin terdengar rumit. Namun demikian, demonstrasi ini memberikan gambaran bahwa proses tersebut dapat dipelajari secara bertahap dengan perangkat dan bahan yang sesuai.
Aktivitas ini juga memperlihatkan bahwa fotografi analog bukan hanya soal mengambil gambar. Tahap pengembangan film menjadi bagian dari pengalaman kreatif yang membuat setiap foto terasa lebih personal.
Mencoba Kamera Lomo di Area Hands-On
Setelah mengikuti talkshow dan demonstrasi, para tamu dapat mengunjungi area display yang menampilkan berbagai kamera dan produk Lomography.
Salah satu kamera yang tersedia untuk dicoba adalah Lomo MC-A. Para pengunjung dapat melihat desain kameranya dari dekat, merasakan pengoperasiannya, dan mencoba menggunakannya dalam sesi pemotretan yang telah dipersiapkan.
Pihak penyelenggara menyediakan model dan pencahayaan yang memadai agar pengunjung dapat memperoleh pengalaman hands-on secara lebih maksimal. Dengan demikian, para tamu tidak hanya melihat produk sebagai pajangan, tetapi juga dapat merasakan langsung proses memotret menggunakan kamera Lomography.

Para pengunjung dapat mencoba langsung kamera Lomography dalam sesi pemotretan model dengan dukungan pencahayaan yang telah dipersiapkan.
Area ini menjadi salah satu bagian acara yang paling ramai. Para fotografer dapat bereksperimen dengan komposisi, pose, dan sudut pengambilan gambar sambil berdiskusi dengan peserta lainnya.
Acara Santai untuk Bertemu Sesama Pecinta Fotografi
Selain rangkaian kegiatan utama, tersedia pula snack dan tea time untuk para tamu. Suasana yang santai membuat acara ini terasa seperti ruang pertemuan komunitas, bukan sekadar presentasi brand.

Aneka snack dan pizza turut disediakan selama sesi tea time, memberikan ruang bagi para tamu untuk berbincang dan bertukar pengalaman dalam suasana santai.
Para pengunjung dapat berbincang dengan pengguna kamera film lainnya, melihat koleksi produk, bertukar pengalaman, dan membahas perkembangan fotografi analog di Indonesia.
Di tengah kemudahan fotografi digital dan kamera smartphone, kamera film tetap memiliki tempat tersendiri. Prosesnya memang lebih lambat, tetapi justru itu yang membuat banyak orang kembali tertarik. Setiap foto diambil dengan lebih sadar, sementara hasil akhirnya sering menghadirkan karakter yang sulit ditiru secara digital.
Kehadiran Lomography bersama DSI menjadi kabar menarik bagi perkembangan fotografi analog di Indonesia. Dengan pilihan kamera, film, aksesori, dan kegiatan komunitas yang lebih mudah dijangkau, semakin banyak orang kini memiliki kesempatan untuk mencoba sendiri pengalaman memotret menggunakan film.
Pada akhirnya, fotografi analog tidak selalu harus dimulai dengan pengetahuan teknis yang rumit. Terkadang, kita hanya perlu membawa kamera, memasukkan film, melihat momen yang menarik, lalu mengikuti semangat Lomography: don’t think, just shoot.